Paper
Mata Kuliah Ekonomi Sumber Daya Hutan
Medan, Juni
2021
VALUASI
NILAI EKONOMI KARBON MANGROVE DI KAWASAN MANDEH KECAMATAN KOTO XII TARUSAN
KABUPATEN PESISIR SELATAN
Dosen
Penanggung Jawab :
Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.
Disusun
Oleh :
Wahyu Danesya
191201119
HUT 4C
PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
MEDAN
2021
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan yang Maha
Esa, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat
menyelesaikan penulisan Paper Ekonomi Sumber Daya Hutan yang berjudul “Valuasi Nilai
Ekonomi Karbon Mangrove Di Kawasan Mandeh Kecamatan Koto XII Tarusan Kabupaten
Pesisir Selatan ” ini dengan baik dan tepat waktu. Adapun paper ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata
kuliah Ekonomi Sumber Daya Hutan, Program Studi Kehutanan, Fakultas kehutanan,
Universitas Sumatera Utara.
Dalam menulis Paper ini penulis
mengucapkan terimakasih kepada Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si. sebagai dosen
penanggungjawab yang telah membantu dan membimbing penulis dalam menyelesaikan
Paper ini.
Penulis sadar bahwa tulisan ini masih jauh dari kata sempurna,
baik dari segi teknik maupun materi. Untuk itu, penulis sangat
mengharapkan kritik dan saran yang dapat membantu penulis demi peyempurnaan
Paper Ekonomi Sumber Daya Hutan ini dan semoga laporan ini bermanfaat bagi kita
semua.
Medan, Juni 2021
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Hutan
mangrove adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan berbagai
masyarakat pesisir tropis didominasi oleh beberapa spesies pohon khas atau
semak yang memiliki kemampuan untuk tumbuh di perairan asin. Hutan mangrove
adalah jenis hutan yang khas yang ditemukan di sepanjang pantai atau sungai
yang terkena air pasang. Mangrove tumbuh di pantai atau pantai yang terlindung,
biasanya di sepanjang sisi pulau dilindungi dari angin atau di belakang terumbu
karang di lepas pantai. hutan mangrove merupakan ekosistem kompleks yang
terdiri dari flora dan fauna daerah pesisir, tanah tinggal dan habitat dan
laut, antara batas pasang surut. Mangrove merupakan tumbuhan pantai yang khas
di sepanjang pantai tropis dan sub-tropis yang terlindung, dipengaruhi pasang
surut air laut, dan mampu beradaptasi di perairan payau. Hutan mangrove adalah
jenis ekosistem hutan yang tumbuh di batas air pasang surut, tepatnya daerah
pesisir dan sekitar muara sungai, sehingga lantai hutan selalu tergenang dan
selalu tertutup endapan (Harahap, 2011).
Hutan
mangrove telah lama dikenal karena berbagai keanekaragaman hayati karena
menggunakan pakan, pemuliaan, dan tempat pembibitan untuk banyak spesies
ekologis dan komersial penting, termasuk kepiting, ikan, moluska, tiram, dan
udang, dan menyediakan habitat bagi banyak spesies amfibi, burung, krustasea,
dan mamalia [FAO, 2007]. UNEP [2014] menyatakan bahwa hutan bakau menyediakan
berbagai macam barang dan jasa ekosistem, termasuk penyediaan (misalnya,
keanekaragaman hayati, serat, Perikanan, pakan ternak, makanan, bahan bakar,
obat-obatan, tannin, dan kayu), mengatur dan mendukung (misalnya, peraturan
iklim, perlindungan pesisir, pengendalian erosi, menjaga kualitas air, Bersepeda
gizi, stabilisasi tanah, dan mendukung terumbu karang dan lamun), dan layanan
budaya (pendidikan, warisan, rekreasi, penelitian, dan pariwisata). Sebagai
salah satu kumpulan vegetasi yang memiliki fungsi ekologis yang tinggi,
mangrove memiliki nilai ekonomi dari keberadaannya di alam atau Existing Value
dari keberadaan tersebut kita dapat mengambil manfaat ekonomi dari hutan
mangrove salah satunya adalah nilai karbon (Lugina., et al, 2011).
1.2 Tujuan
1. Untuk mengidentifikasi Manfaat dan Fungsi yang
terkait dengan Hutan
Mangrove
2. Untuk Mengetahui
Nilai apa saja yang
dikuantifikasi Manfaat ke dalam Nilai
Uang
3. Untuk Mengetahui dikuantifikasi Manfaat Hutan
Mangrove di Kawasan Mandeh
BAB II
ISI
Mangrove merupakan sumber daya alam yang memiliki banyak fungsi sebagai habitat bagi perkembangbiakan tanah dan tempat berlindung bagi sumber daya hayati laut dan harus dijaga kontinuitas (KEPMEN 2004). Hutan mangrove merupakan salah satu bentuk potensi sumber daya alam. Hutan mangrove memiliki nilai ekonomis dan ekologi yang tinggi, tetapi sangat rentan terhadap kerusakan ketika kurang bijaksana dalam menjaga, melestarikan, pengelolaan dan pemanfaatan. Ekosistem mangrove yang sangat produktif, berbagai produk dari mangrove dapat diproduksi baik secara langsung maupun tidak langsung, termasuk: kayu bakar, bahan bangunan, rumah tangga, kertas, kulit, farmasi dan Perikanan seperti ikan, udang, kepiting, dan hewan jenis lainnya (Syafruddin 2014).
Mangrove menyimpan lebih banyak karbon daripada hampir semua hutan lain di bumi, sebuah penelitian yang dilakukan tim peneliti dari US Forest Service Pasifik Southwest dan Stasiun penelitian Utara, Universitas Helsinki dan pusat penelitian Kehutanan internasional meneliti kandungan karbon dari 25 hutan bakau di wilayah Indo-Pasifik dan menemukan bahwa hutan mangrove per hektar menyimpan hingga empat kali lebih banyak karbon dari kebanyakan hutan tropis lainnya di seluruh dunia. Keberadaan mangrove sangat penting karena memiliki fungsi tinggi ekologis dan ekonomis sehingga keberadaan hutan bakau harus dipertahankan karena hilangnya hutan bakau akan memberikan kerugian terhadap lingkungan yang kehilangan potensi karbon dan kemampuan mangrove untuk menyerap emisi CO2 juga akan hilang di samping banyak fungsi mangrove lainlain (Paradiska , 2014).
Sumber daya alam yang belum terganggu oleh kekuatan manusia, sumber daya alam itu memang memiliki nilai. Menurut ekonom klasik segala sesuatu yang dapat dibeli dan dijual harus memiliki nilai. Dalam hal ini "nilai" dibedakan dengan "harga", "harga" selalu dikaitkan dengan jumlah uang yang harus dibayar untuk barang, sedangkan nilai barang tidak selalu dikaitkan dengan jumlah Rupiah, tetapi mencakup manfaat barang bagi masyarakat secara keseluruhan (MA, 2005).
Metode berdasarkan nilai penilaian atau penentuan nilai yang besar untuk dilakukan, yaitu: (a) nilai pasar, nilai ditentukan melalui transaksi pasar, (b) nilai kegunaan, nilai Diperoleh dari penggunaan sumber daya ini oleh individu tertentu dan (c) nilai sosial, nilai yang ditetapkan oleh peraturan, hukum, atau perwakilan masyarakat. Pearce (1992 di Munasinghe, 1993) membuat nilai klasifikasi yang menjelaskan manfaat metode berbasis nilai ekonomi Total (nilai ekonomi Total) atau proses manfaat yang diperoleh (Davis dan Johnson, 1987).
Tabel 1. Jenis
dan Dominasi Vegetasi Mangrove
|
No |
Jenis |
Persentase |
|
1 |
A. Floridum
(AF) |
23.73% |
|
2 |
S. Taccada
(ST) |
10.12% |
|
3 |
T. Populnea
(TP) |
14.59% |
|
4 |
C. Inerme (CI)
|
7.88% |
|
5 |
S. Ovata (SO) |
6.24% |
|
6 |
R. Apiculata
(RA) |
30.32% |
|
7 |
A.
Corniculatum (AC) |
4.07% |
|
8 |
A. Annulata
(AA) |
3.05% |
|
Total |
100.00% |
|
Hasil dominasi vegetasi mangrove adalah 30% dominasi
R. apiculata (Ra), 24% dominasi A. floridum (AF), 15% dominasi T. populnea
(TP). Analisis spesies dominan vegetasi mangrove digunakan untuk menentukan
nilai penyerapan karbon di kawasan mangrove Mandeh:
Tabel
2. Biomassa dan Stok Karbon Mangrove
|
Vegetation |
Biomassa |
Carbon Stock |
|
|
Ton |
Ton C |
Ton CO2e |
|
|
AF |
1023.99 |
481.27 |
962.55 |
|
ST |
264.46 |
124.29 |
248.59 |
|
TP |
1292.97 |
607.70 |
1215.40 |
|
CI |
323.14 |
151.88 |
303.75 |
|
SO |
344.27 |
161.81 |
323.62 |
|
RA |
523.21 |
245.91 |
491.81 |
|
AC |
25.61 |
12.04 |
24.07 |
|
AA |
96.57 |
45.39 |
90.78 |
|
Total |
3894.22 |
1830.28 |
3660.56 |
Pengukuran
dominasi mangrove vegetasi dihitung berdasarkan persamaan dominasi mutlak dan
dominasi relatif dan untuk perhitungan stok karbon dengan mengukur diameter
batang pohon dan pohon bakau tinggi kemudian dihitung dengan persamaan biomassa
sehingga untuk mendapatkan nilai biomassa pohon bakau. maka untuk potensi
karbon dan nilai yang diukur dengan persamaan karbon setara karbon kemudian
mengubah stok karbon menjadi CO2 setara dapat menggunakan rasio massa atom
relatif dengan Massa molekul relatif (Manuri, 2011).
Untuk
mengukur nilai valuasi ekonomi mangrove dapat dicapai dengan harga pasar dengan
melihat jumlah karbon yang harga pasar dunia. New Zealand Emissions Trading
System (NZ ETS) dibentuk berdasarkan Undang-Undang Tanggap Perubahan Iklim yang
diterbitkan Pemerintah Selandia Baru pada tahun 2002. NZ ETS mulai beroperasi
pada tahun 2008 dengan cakupan sektoral yang ditingkatkan secara bertahap. NZ
ETS adalah satu-satunya perdagangan emisi di dunia yang memasukkan sektor
kehutanan dan penggunaan lahan. Hal ini sesuai dengan profil emisi Selandia
Baru dimana sumber emisi utamanya adalah dari sektor agrikultur dimana
peternakan dan pertanian menjadi salah satu sumber emisi utama dan terbesar.
Saat ini harga karbon NZU mencapai NZ$19 per ton karbon. Penilaian ekonomi
Total karbon mangrove di wilayah Mandeh setelah analisis dengan metode harga
pasar pada semua jenis mangrove, harga mangrove Carbon yang diperoleh Total
adalah $69,550.83 dan konversi Rupiah (15.000) adalah Rp 981,270,859.69
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
1. Ekonomi Sumber Daya Hutan adalah suatu bidang penerapan
alat-alat analisis ekonomi terhadap persoalan produksi, permintaan, penawaran,
biaya produksi, penentuan harga termasuk dalam kajian ekonomi mikro dan masalah
kesejahteraan masyarakat (kesempatan kerja, pendapatan produk domestik dan
pertumbuhan ekonomi) yang termasuk dalam kajian ekonomi makro.
2. Sumberdaya hutan
menghasilkan manfaat yang menyeluruh baik manfaat tangible maupun
manfaat intangible. Tangible adalah Keuntungan atau dampak
yang terjadi yang dapat diukur secara ekonomis (uang).Intangible adalah
Keuntungan atau dampak yang tidak dapat diukur secara ekonomis (uang).
3.Mangrove merupakan sumber daya alam yang
memiliki fungsi sebagai habitat bagi
perkembangbiakan tanah dan tempat berlindung bagi sumber daya hayati laut dan
harus dijaga kontinuitas.
4. Mangrove menyimpan
lebih banyak karbon daripada hampir semua hutan lain di bumi
5.Penilaian
ekonomi Total karbon mangrove di wilayah Mandeh setelah analisis dengan metode
harga pasar pada semua jenis mangrove, harga mangrove Carbon yang diperoleh
Total adalah $69,550.83 dan konversi Rupiah (15.000) adalah Rp 981,270,859.69.
Saran
kita harus tetap menyimpan dan melindungi mangrove
kita untuk masa depan dan jika kita kehilangan hutan mangrove kita maka
harganya adalah orang yang akan menghilang dari hutan kita dan itu adalah
kerugian besar bagi kita.
DAFTAR PUSTAKA
Bann, C., 1997. Economy and Environment Program for
Southeast Asia the Economic Valuation of Tropical Forest Land Use Options: A
Manual for Researchers August 1997. Foreign Affairs
De
Groot, R.S., Wilson, M.A., Boumans, R.M.J., 2002. A typology for the
classification, description and valuation of ecosystem functions, goods and
services. Journal of Ecological Economics 41
Harahap,
Rosmawati. 2011. Keanekaragaman Vegetasi dan Perhitungan Karbon Tersimpan Pada
Vegetasi Mangrove di Hutan Mangrove Kuala Indah Kabupaten Batubara. Medan: Tesis
Sekolah Pasca Sarjana USU.
Kementerian Kehutanan. 2012. Pedoman Penggunaan Model
Alometrik Untuk Pendugaan Biomassa dan Stok Karbon Hutan di Indonesia.
Kementerian Kehutanan RI.
Lugina, Mega, Kirsfianti LG, Ari Wibowo, Afiefah Bainnaura,
Tian Partiani. 2011. Prosedur Operasi Standar (SOP) Untuk Pengukuran dan
Perhitungan Stok Karbon di Kawasan Konservasi. Kementerian Kehutanan RI.
MA,
2005. Ecosystems and Human Well-Being, Millennium Ecosystem Assessment. Island
Press.
Manuri, Solichin. Candra ASP. Agus DS. 2011. Teknik Pendugaan
Cadangan Karbon Hutan. Palembang: MRPP-GIZ.2011.
Paradiska, Rian, Andi Z, Nancy W. 2014. Nilai Kandungan
Karbon dan Indeks Nilai Penting Vegetasi Mangrove di Desa Tembeling Kabupaten
Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Kepulauan Riau: Jurnal Program Studi Manajemen
Sumber Daya Perairan FIKP UMRAH.
Primanika, Aries, Erna J, Farida. 2014. Pendugaan Cadangan
Karbon Pada Lahan Alang-alang dan Semak Belukar di Nagari Paninggahan Kecamatan
Junjung Sirih Kabupaten Solok. Padang: E-Jurnal Pendidikan Geografi STKIP PGRI
Sumatera Barat
Syafruddin, YS, Dasrizal, Farida. 2014. Pemetaan Kerusakan Hutan Mangrove di Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Padang: E-Jurnal Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat.
Mantap materi nya sanak
BalasHapusTerimakasih sanak🙏
HapusKeren ,materinya mengedukasi banget wahyu
BalasHapusTerimakasih kak🙏
HapusMantap sekali min.. ditunggu konten blognya lagi
BalasHapusSiap om
HapusTerimakasih, blognya bermanfaat sekali, wawasan saya jadi bertambah, ditunggu blog selanjutnya
BalasHapusMantap sanak..lanjutkan
BalasHapus
BalasHapusMaterinya mantap sekalih dan pastinya mengedukasi ...
Tambahin lagi materi2nya teman , bagus
BalasHapusBagus sekali, salam dari NTT
BalasHapusNicee #PanjangUmurHutanMangrove
BalasHapusKeren parahhhh
BalasHapusMakasih banyak bang, ilmunya sangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMantap sanak informasinya sangat menarik
BalasHapusMantap nih materinyaa 👍
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat tentunya
BalasHapusBagus bangat informasi nya, sangat bermanfaat
BalasHapusMantap
BalasHapusHalo kak izin bertanya kira kira bgaimana perbandingan stok karbon antara ekosistem hutan mangrove dengan ekosistem lainnya? Terimakasih
BalasHapusMohon dijawab ya sanak, aku pun pengen tau juga ini
HapusMantap nak
BalasHapusMantap sanak
BalasHapusmantap x
BalasHapus