Sabtu, 05 Juni 2021

Paper Ekonomi Sumber Daya Hutan

Paper Mata Kuliah Ekonomi Sumber Daya Hutan                                         Medan,       Juni 2021

VALUASI NILAI EKONOMI KARBON MANGROVE DI KAWASAN MANDEH KECAMATAN KOTO XII TARUSAN KABUPATEN PESISIR SELATAN 

 

Dosen Penanggung Jawab :

Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

Disusun Oleh :

Wahyu Danesya
191201119
 HUT 4C

 

 

 

 

 

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2021

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan Paper Ekonomi Sumber Daya Hutan yang berjudulValuasi Nilai Ekonomi Karbon Mangrove Di Kawasan Mandeh Kecamatan Koto XII Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan ” ini dengan baik dan tepat waktu. Adapun paper ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Ekonomi Sumber Daya Hutan, Program Studi Kehutanan, Fakultas kehutanan, Universitas Sumatera Utara.

Dalam menulis Paper ini penulis mengucapkan terimakasih kepada Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si. sebagai dosen penanggungjawab yang telah membantu dan membimbing penulis dalam menyelesaikan Paper ini.

Penulis sadar bahwa tulisan ini masih jauh dari kata sempurna, baik dari segi teknik maupun  materi. Untuk itu, penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang dapat membantu penulis demi peyempurnaan Paper Ekonomi Sumber Daya Hutan ini dan semoga laporan ini bermanfaat bagi kita semua. 

Medan,    Juni  2021

Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 


 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

Hutan mangrove adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan berbagai masyarakat pesisir tropis didominasi oleh beberapa spesies pohon khas atau semak yang memiliki kemampuan untuk tumbuh di perairan asin. Hutan mangrove adalah jenis hutan yang khas yang ditemukan di sepanjang pantai atau sungai yang terkena air pasang. Mangrove tumbuh di pantai atau pantai yang terlindung, biasanya di sepanjang sisi pulau dilindungi dari angin atau di belakang terumbu karang di lepas pantai. hutan mangrove merupakan ekosistem kompleks yang terdiri dari flora dan fauna daerah pesisir, tanah tinggal dan habitat dan laut, antara batas pasang surut. Mangrove merupakan tumbuhan pantai yang khas di sepanjang pantai tropis dan sub-tropis yang terlindung, dipengaruhi pasang surut air laut, dan mampu beradaptasi di perairan payau. Hutan mangrove adalah jenis ekosistem hutan yang tumbuh di batas air pasang surut, tepatnya daerah pesisir dan sekitar muara sungai, sehingga lantai hutan selalu tergenang dan selalu tertutup endapan (Harahap, 2011).

    Hutan mangrove telah lama dikenal karena berbagai keanekaragaman hayati karena menggunakan pakan, pemuliaan, dan tempat pembibitan untuk banyak spesies ekologis dan komersial penting, termasuk kepiting, ikan, moluska, tiram, dan udang, dan menyediakan habitat bagi banyak spesies amfibi, burung, krustasea, dan mamalia [FAO, 2007]. UNEP [2014] menyatakan bahwa hutan bakau menyediakan berbagai macam barang dan jasa ekosistem, termasuk penyediaan (misalnya, keanekaragaman hayati, serat, Perikanan, pakan ternak, makanan, bahan bakar, obat-obatan, tannin, dan kayu), mengatur dan mendukung (misalnya, peraturan iklim, perlindungan pesisir, pengendalian erosi, menjaga kualitas air, Bersepeda gizi, stabilisasi tanah, dan mendukung terumbu karang dan lamun), dan layanan budaya (pendidikan, warisan, rekreasi, penelitian, dan pariwisata). Sebagai salah satu kumpulan vegetasi yang memiliki fungsi ekologis yang tinggi, mangrove memiliki nilai ekonomi dari keberadaannya di alam atau Existing Value dari keberadaan tersebut kita dapat mengambil manfaat ekonomi dari hutan mangrove salah satunya adalah nilai karbon (Lugina., et al, 2011).

1.2  Tujuan

1.    Untuk mengidentifikasi Manfaat dan Fungsi yang  terkait dengan Hutan Mangrove

2.    Untuk Mengetahui Nilai apa saja yang dikuantifikasi Manfaat ke dalam Nilai 
Uang

3.  Untuk Mengetahui dikuantifikasi Manfaat Hutan Mangrove   di Kawasan Mandeh


 

BAB II

ISI

Mangrove merupakan sumber daya alam yang memiliki banyak fungsi sebagai habitat bagi perkembangbiakan tanah dan tempat berlindung bagi sumber daya hayati laut dan harus dijaga kontinuitas (KEPMEN 2004). Hutan mangrove merupakan salah satu bentuk potensi sumber daya alam. Hutan mangrove memiliki nilai ekonomis dan ekologi yang tinggi, tetapi sangat rentan terhadap kerusakan ketika kurang bijaksana dalam menjaga, melestarikan, pengelolaan dan pemanfaatan. Ekosistem mangrove yang sangat produktif, berbagai produk dari mangrove dapat diproduksi baik secara langsung maupun tidak langsung, termasuk: kayu bakar, bahan bangunan, rumah tangga, kertas, kulit, farmasi dan Perikanan seperti ikan, udang, kepiting, dan hewan jenis lainnya (Syafruddin 2014).

Mangrove menyimpan lebih banyak karbon daripada hampir semua hutan lain di bumi, sebuah penelitian yang dilakukan tim peneliti dari US Forest Service Pasifik Southwest dan Stasiun penelitian Utara, Universitas Helsinki dan pusat penelitian Kehutanan internasional meneliti kandungan karbon dari 25 hutan bakau di wilayah Indo-Pasifik dan menemukan bahwa hutan mangrove per hektar menyimpan hingga empat kali lebih banyak karbon dari kebanyakan hutan tropis lainnya di seluruh dunia. Keberadaan mangrove sangat penting karena memiliki fungsi tinggi ekologis dan ekonomis sehingga keberadaan hutan bakau harus dipertahankan karena hilangnya hutan bakau akan memberikan kerugian terhadap lingkungan yang kehilangan potensi karbon dan kemampuan mangrove untuk menyerap emisi CO2 juga akan hilang di samping banyak fungsi mangrove lainlain (Paradiska , 2014).

 Sumber daya alam yang belum terganggu oleh kekuatan manusia, sumber daya alam itu memang memiliki nilai. Menurut ekonom klasik segala sesuatu yang dapat dibeli dan dijual harus memiliki nilai. Dalam hal ini "nilai" dibedakan dengan "harga", "harga" selalu dikaitkan dengan jumlah uang yang harus dibayar untuk barang, sedangkan nilai barang tidak selalu dikaitkan dengan jumlah Rupiah, tetapi mencakup manfaat barang bagi masyarakat secara keseluruhan (MA, 2005).

Metode berdasarkan nilai penilaian atau penentuan nilai yang besar untuk dilakukan, yaitu: (a) nilai pasar, nilai ditentukan melalui transaksi pasar, (b) nilai kegunaan, nilai Diperoleh dari penggunaan sumber daya ini oleh individu tertentu dan (c) nilai sosial, nilai yang ditetapkan oleh peraturan, hukum, atau perwakilan masyarakat. Pearce (1992 di Munasinghe, 1993) membuat nilai klasifikasi yang menjelaskan manfaat metode berbasis nilai ekonomi Total (nilai ekonomi Total) atau proses manfaat yang diperoleh (Davis dan Johnson, 1987).

Tabel 1. Jenis dan Dominasi Vegetasi Mangrove

 No

Jenis

Persentase

1

A. Floridum (AF)

23.73%

2

S. Taccada (ST)

10.12%

3

T. Populnea (TP)

14.59%

4

C. Inerme (CI)

7.88%

5

S. Ovata (SO)

6.24%

6

R. Apiculata (RA)

30.32%

7

A. Corniculatum (AC)

4.07%

8

A. Annulata (AA)

3.05%

Total

100.00%

Hasil dominasi vegetasi mangrove adalah 30% dominasi R. apiculata (Ra), 24% dominasi A. floridum (AF), 15% dominasi T. populnea (TP). Analisis spesies dominan vegetasi mangrove digunakan untuk menentukan nilai penyerapan karbon di kawasan mangrove Mandeh:

Tabel 2. Biomassa dan Stok Karbon Mangrove

Vegetation

Biomassa

Carbon Stock

Ton

Ton C

Ton CO2e

AF

1023.99

481.27

962.55

ST

264.46

124.29

248.59

TP

1292.97

607.70

1215.40

CI

323.14

151.88

303.75

SO

344.27

161.81

323.62

RA

523.21

245.91

491.81

AC

25.61

12.04

24.07

AA

96.57

45.39

90.78

Total

3894.22

1830.28

3660.56

Pengukuran dominasi mangrove vegetasi dihitung berdasarkan persamaan dominasi mutlak dan dominasi relatif dan untuk perhitungan stok karbon dengan mengukur diameter batang pohon dan pohon bakau tinggi kemudian dihitung dengan persamaan biomassa sehingga untuk mendapatkan nilai biomassa pohon bakau. maka untuk potensi karbon dan nilai yang diukur dengan persamaan karbon setara karbon kemudian mengubah stok karbon menjadi CO2 setara dapat menggunakan rasio massa atom relatif dengan Massa molekul relatif (Manuri, 2011).

Untuk mengukur nilai valuasi ekonomi mangrove dapat dicapai dengan harga pasar dengan melihat jumlah karbon yang harga pasar dunia. New Zealand Emissions Trading System (NZ ETS) dibentuk berdasarkan Undang-Undang Tanggap Perubahan Iklim yang diterbitkan Pemerintah Selandia Baru pada tahun 2002. NZ ETS mulai beroperasi pada tahun 2008 dengan cakupan sektoral yang ditingkatkan secara bertahap. NZ ETS adalah satu-satunya perdagangan emisi di dunia yang memasukkan sektor kehutanan dan penggunaan lahan. Hal ini sesuai dengan profil emisi Selandia Baru dimana sumber emisi utamanya adalah dari sektor agrikultur dimana peternakan dan pertanian menjadi salah satu sumber emisi utama dan terbesar. Saat ini harga karbon NZU mencapai NZ$19 per ton karbon. Penilaian ekonomi Total karbon mangrove di wilayah Mandeh setelah analisis dengan metode harga pasar pada semua jenis mangrove, harga mangrove Carbon yang diperoleh Total adalah $69,550.83 dan konversi Rupiah (15.000) adalah Rp 981,270,859.69

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

1.   Ekonomi Sumber Daya Hutan adalah suatu bidang penerapan alat-alat analisis ekonomi terhadap persoalan produksi, permintaan, penawaran, biaya produksi, penentuan harga termasuk dalam kajian ekonomi mikro dan masalah kesejahteraan masyarakat (kesempatan kerja, pendapatan produk domestik dan pertumbuhan ekonomi) yang termasuk dalam kajian ekonomi makro.

2. Sumberdaya hutan menghasilkan manfaat yang menyeluruh baik manfaat tangible maupun manfaat intangible. Tangible adalah Keuntungan atau dampak yang terjadi yang dapat diukur secara ekonomis (uang).Intangible adalah Keuntungan atau dampak yang tidak dapat diukur secara ekonomis (uang).

3.Mangrove merupakan sumber daya alam yang memiliki  fungsi sebagai habitat bagi perkembangbiakan tanah dan tempat berlindung bagi sumber daya hayati laut dan harus dijaga kontinuitas.

4. Mangrove menyimpan lebih banyak karbon daripada hampir semua hutan lain di bumi

5.Penilaian ekonomi Total karbon mangrove di wilayah Mandeh setelah analisis dengan metode harga pasar pada semua jenis mangrove, harga mangrove Carbon yang diperoleh Total adalah $69,550.83 dan konversi Rupiah (15.000) adalah Rp 981,270,859.69.

Saran

kita harus tetap menyimpan dan melindungi mangrove kita untuk masa depan dan jika kita kehilangan hutan mangrove kita maka harganya adalah orang yang akan menghilang dari hutan kita dan itu adalah kerugian besar bagi kita.

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Bann, C., 1997. Economy and Environment Program for Southeast Asia the Economic Valuation of Tropical Forest Land Use Options: A Manual for Researchers August 1997. Foreign Affairs

De Groot, R.S., Wilson, M.A., Boumans, R.M.J., 2002. A typology for the classification, description and valuation of ecosystem functions, goods and services. Journal of Ecological Economics 41

Harahap, Rosmawati. 2011. Keanekaragaman Vegetasi dan Perhitungan Karbon Tersimpan Pada Vegetasi Mangrove di Hutan Mangrove Kuala Indah Kabupaten Batubara. Medan: Tesis Sekolah Pasca Sarjana USU.

Kementerian Kehutanan. 2012. Pedoman Penggunaan Model Alometrik Untuk Pendugaan Biomassa dan Stok Karbon Hutan di Indonesia. Kementerian Kehutanan RI.

Lugina, Mega, Kirsfianti LG, Ari Wibowo, Afiefah Bainnaura, Tian Partiani. 2011. Prosedur Operasi Standar (SOP) Untuk Pengukuran dan Perhitungan Stok Karbon di Kawasan Konservasi. Kementerian Kehutanan RI.

MA, 2005. Ecosystems and Human Well-Being, Millennium Ecosystem Assessment. Island Press.

Manuri, Solichin. Candra ASP. Agus DS. 2011. Teknik Pendugaan Cadangan Karbon Hutan. Palembang: MRPP-GIZ.2011.

Paradiska, Rian, Andi Z, Nancy W. 2014. Nilai Kandungan Karbon dan Indeks Nilai Penting Vegetasi Mangrove di Desa Tembeling Kabupaten Bintan Provinsi Kepulauan Riau. Kepulauan Riau: Jurnal Program Studi Manajemen Sumber Daya Perairan FIKP UMRAH.

Primanika, Aries, Erna J, Farida. 2014. Pendugaan Cadangan Karbon Pada Lahan Alang-alang dan Semak Belukar di Nagari Paninggahan Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok. Padang: E-Jurnal Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat

Syafruddin, YS, Dasrizal, Farida. 2014. Pemetaan Kerusakan Hutan Mangrove di Kecamatan Mandah Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Padang: E-Jurnal Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat. 

26 komentar:

  1. Keren ,materinya mengedukasi banget wahyu

    BalasHapus
  2. Mantap sekali min.. ditunggu konten blognya lagi

    BalasHapus
  3. Terimakasih, blognya bermanfaat sekali, wawasan saya jadi bertambah, ditunggu blog selanjutnya

    BalasHapus

  4. Materinya mantap sekalih dan pastinya mengedukasi ...

    BalasHapus
  5. Tambahin lagi materi2nya teman , bagus

    BalasHapus
  6. Bagus sekali, salam dari NTT

    BalasHapus
  7. Nicee #PanjangUmurHutanMangrove

    BalasHapus
  8. Makasih banyak bang, ilmunya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  9. Mantap sanak informasinya sangat menarik

    BalasHapus
  10. Bagus bangat informasi nya, sangat bermanfaat

    BalasHapus
  11. Halo kak izin bertanya kira kira bgaimana perbandingan stok karbon antara ekosistem hutan mangrove dengan ekosistem lainnya? Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon dijawab ya sanak, aku pun pengen tau juga ini

      Hapus

Paper Ekonomi Sumber Daya Hutan

Paper Mata Kuliah Ekonomi Sumber Daya Hutan                                         Medan,       Juni 2021 VALUASI NILAI EKONOMI KARBON MA...