Jumat, 05 Juni 2020

Dakak-Dakak Makanan Tradisional Khas Minangkabau

LAPORAN KEWIRAUSAHAAN :"Usaha Dakak-Dakak Makanan Tradisional Khas Minangkabau"


Laporan Kewirausahaan                                                                      Medan,    Juni2020

 

USAHA DAKAK-DAKAK

 

Dosen Penanggungjawab:

Dr. AgusPurwoko, S.Hut.,M.Si.

 

DisusunOleh:

Wahyu Danesya

191201119

HUT 2C



 




 

 

 

PROGRAM STUDI KEHUTANAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2020



BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

  Industri rumahan tidak kalah menarik dari industri-industri yang ada dan berkembang lainnya. Industri rumahan merupakan salah satu jenis industri yang bisa dilakukan seseorang di rumah maupun diluar rumah untuk menghasilkan barang mentah menjadi barang jadi menjadi sesuatu yang bernilai untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Nagari Simabur merupakan salah satu nagari yang terletak di Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Makanan khas nagari ini adalah dakak-dakak. Pemilik industri rumahan di nagari Simabur ini adalah ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga yang berada di nagari Simabur ini membuka usaha kecil- kecilan yang bisa dilakukannya dalam mengisi waktu luangnya. Industri yang ada di nagari Simabur lebih kurang 10 jenis industri rumahan. Jenis industri rumahan yang dilakukan ibu rumah tangga di nagari ini, seperti usaha dakak- dakak, bunga durian, keripik balado, kue kelapa, stick bawang, pias kacang, dan sebagainya. Namun, industri rumahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah industri dakak-dakak karena dakak-dakak adalah salah satu jenis industri rumahan yang terkenal di nagari Simabur ini.
Pemilik usaha industri rumahan di nagari Simabur ini adalah ibu rumah tangga yang berjumlah 5 orang. Industri dakak-dakak ini adalah salah satu jenis industri rumahan seperti kerupuk mini yang terbuat dari tepung beras dan merupakan makanan tradisional dan makanan khas di nagari Simabur ini. Dalam memasarkan dakak-dakak kepada pembeli, pemilik usaha sulit memasarkannya karena mereka memasarkannya dengan cara tradisional.
Pemasaran dan alat untuk membuat      dakak-dakak   ini memunculkan modal sosial diantara pemilik industri rumahan dakak- dakak dan karyawan. Memulai suatu usaha modal tidak selalu identik dengan modal yang memiliki wujud seperti uang atau barang, tetapi juga modal yang tidak berwujud seperti modal intelektual, modal sosial, modal moral, dan modal mental. Modal sosial sangat penting dalam pengembangan industri rumahan, seperti dakak-dakak-dakak. Unsur modal sosial meliputi kepercayaan, nilai dan norma, dan jaringan. Kepercayaan yang terjadi antara pemilik dan pelangggan industri rumahan dakak-dakak ini dalam memproduksi dakak-dakak ini menimbulkan kerjasama antara pemilik dan pelanggan. Jika kepercayaan antara pemilik dan karyawan terjalin dengan baik, maka akan terbentuk nilai dan norma serta jaringan yang baik dalam berinteraksi dan kerjasama dalam memproduksi dan memasarkan dakak-dakak kepada pelanggan.
Antar pemilik industri rumahan ini pasti memiliki persaingan. Persaingan dalam industri rumahan antar pemilik industri rumahan yang sama-sama menjual industri rumahan berupa dakak-dakak ini merupakan suatu hal yang wajar. Antar pemilik industri rumahan harus bisa menjalankan dan tetap mempertahankan usahanya masing-masing agar tetap dibeli oleh pelanggan mulai dari membuat produk, mengemas produk, menentukan harga, hingga memasarkan produk.

Berdasarkan uraian diatas, akhirnya peneliti tertarik untuk mengambil judul “Industri Rumahan Makanan Tradisional Dakak-Dakak di Nagari Simabur Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat”.

1.1  Rumusan Masalah

1.   Bagaimana modal sosial dalam pengembangan industri dakak-dakak?

2.   Bagaimana hambatan dalam pengembangan industri dakak-dakak?

 

2.1 Tujuan

1.      Untuk mengetahui modal sosial dalam pengembangan industri dakak-dakak

  1. Untuk mengetahui hambatan dalam pengembangan industri dakak-    dakak        


BAB II

ISI

2.1 Gambaran Usaha


           Setiap daerah memiliki oleh-oleh khas daerah masing-masing.Dakak-Dakak adalah kuliner khas Minangkabau yang terbuat dari tepung beras yang direndang, didinginkan, dituangi air panas, diaduk sampai dapat dibentuk dengan cetakan yang berlubang-lubang kecil, dan kemudian digoreng. Tidak hanya dakak-dakak ada pula berbagai macam olahan lain seperti pias kacang, bunga durian, sanjai ,keripik talas ,keripik balado dan lain-lain. Oleh sebab itu pendiri industri dakak-dakak ini ingin membuka peluang usaha dengan mengolah makanan khas daerah Minangkabau.

2.2 Gambaran Wilayah Rencana Usaha


            Kecamatan Pariangan merupakan sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Tanah Datar. Kecamatan pariangan juga merupakan tempat objek wisata bagi wisatawan lokal serta wisatawan asing. Dilokasi toko industri Dakak-dakak ini merupakan jalur yang tepat untuk membuka usaha karena merupakan lalu lintas hendak pergi kekota, serta wisatawan yang akan membawa oleh-oleh dari Sumatera Barat mereka akan singgah untuk membeli oleh-oleh yaitu Dakak-dakak. Oleh sebab itu pengusaha membuka usaha ini.

2.3 Spesifikasi Usaha


            Berdasarkan yang telah dipaparkan, bahwa pengusaha melihat peluang usaha dakak-dakak Adapun bahan pertimbangan dari toko dakak-dakak ini yaitu sebagai berikut:

·         Teknologi

Dalam teknik pembuatan dakak-dakak masih digunakan alat tradisional yaitu dari tempurung kelapa yang dilubangi bagian bawah nya.

·         Bahan

Bahan utama yang digunakan oleh pengusaha yaitu tepung beras dalam pembuatan dakak-dakak, serta untuk pembuatan oleh-oleh lainnya yaitu ubi jalar, ubi talas , dan pisang  yang dibeli kepada petani.serta bahan tambahan nya yaitu telur, daun bawang, bawang merah, bawang putih, dan bumbu tambahan  lainnya.

·         MutuPelayanan

Toko  akan memberikan kepuasaan kepada konsumen dengan pelayanan  sebaik mungkin kepada konsumen, serta memberikan kualitas produk serta rasa yang mantap kepada konsumen agar konsumen puas dengan toko.

 

 

 

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

1.      Modal Sosial

a.       Kepercayaan

Kepercayaan yang terjadi antara pengusaha dan pelanggan dakak-dakak adalah pelanggan dakak- dakak baik dan pandai dalam menjual  dakak-dakak sehingga bisa dipercaya dalam menjual dakak-dakak ini.

b.      Jaringan Sosial

Jaringan sosial berupa hubungan sosial yang terjadi antara pengusaha dakak- dakak dan pelanggan dakak- dakaknya adalah pelanggan dakak-dakak membantunya dalam memasarkan dakak- dakak dengan mempromosikan kepada teman-temannya.

c.       Nilai dan Norma

Rasa saling menghargai dan menghormati        antara pengusaha dan pelanggan dakak-dakak muncul karena adanya sikap pengusaha dakak-dakak yang tetap baik kepada pelanggan dakak- dakaknya.

2.      Hambatan dalam Pengembangan Industri Dakak-Dakak

Pengusaha dakak-dakak ini hambatannya dalam mengembangkan industri dakak-dakak adalah dalam hal mencari bahan baku beras,pengusaha pernah mengalami kerugian dalam menjual dakak-dakak dan hanya dapat balik modal dari menjual dakak-dakak tersebut.ada pula yang tidak ada mempunyai hambatan mengalami kerugian dalam menjual dakak-dakak.

Saran

1.      Bagi pengusaha dakak-dakak di Nagari Simabur ini lebih meningkatkan lagi cara memasarkan dakak-dakak ini dengan cara membagikan  brosur kepada masyarakat dan juga menjualnya secara online.

2.      Bagi pelanggan dakak-dakak agar terus mempromosikan dakak-dakak yang lebih bagus lagi agar semakin banyak pembeli dakak-dakak yang tertarik untuk membelinya.


Paper Ekonomi Sumber Daya Hutan

Paper Mata Kuliah Ekonomi Sumber Daya Hutan                                         Medan,       Juni 2021 VALUASI NILAI EKONOMI KARBON MA...