Laporan Kewirausahaan Medan, Juni2020
USAHA DAKAK-DAKAK
Dosen Penanggungjawab:
Dr. AgusPurwoko, S.Hut.,M.Si.
DisusunOleh:
Wahyu
Danesya
191201119
HUT 2C
PROGRAM
STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS
KEHUTANAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
MEDAN
2020
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Industri rumahan tidak kalah menarik dari industri-industri yang ada dan berkembang lainnya. Industri rumahan merupakan salah satu jenis industri yang bisa dilakukan seseorang di rumah maupun diluar rumah untuk menghasilkan barang mentah menjadi barang jadi menjadi sesuatu yang bernilai untuk memenuhi kebutuhan keluarga.Nagari Simabur merupakan salah satu nagari yang terletak di Kecamatan Pariangan, Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat. Makanan khas nagari ini adalah dakak-dakak. Pemilik industri rumahan di nagari Simabur ini adalah ibu rumah tangga. Ibu rumah tangga yang berada di nagari Simabur ini membuka usaha kecil- kecilan yang bisa dilakukannya dalam mengisi waktu luangnya. Industri yang ada di nagari Simabur lebih kurang 10 jenis industri rumahan. Jenis industri rumahan yang dilakukan ibu rumah tangga di nagari ini, seperti usaha dakak- dakak, bunga durian, keripik balado, kue kelapa, stick bawang, pias kacang, dan sebagainya. Namun, industri rumahan yang akan dibahas dalam penelitian ini adalah industri dakak-dakak karena dakak-dakak adalah salah satu jenis industri rumahan yang terkenal di nagari Simabur ini.Pemilik usaha industri rumahan di nagari Simabur ini adalah ibu rumah tangga yang berjumlah 5 orang. Industri dakak-dakak ini adalah salah satu jenis industri rumahan seperti kerupuk mini yang terbuat dari tepung beras dan merupakan makanan tradisional dan makanan khas di nagari Simabur ini. Dalam memasarkan dakak-dakak kepada pembeli, pemilik usaha sulit memasarkannya karena mereka memasarkannya dengan cara tradisional.Pemasaran dan alat untuk membuat dakak-dakak ini memunculkan modal sosial diantara pemilik industri rumahan dakak- dakak dan karyawan. Memulai suatu usaha modal tidak selalu identik dengan modal yang memiliki wujud seperti uang atau barang, tetapi juga modal yang tidak berwujud seperti modal intelektual, modal sosial, modal moral, dan modal mental. Modal sosial sangat penting dalam pengembangan industri rumahan, seperti dakak-dakak-dakak. Unsur modal sosial meliputi kepercayaan, nilai dan norma, dan jaringan. Kepercayaan yang terjadi antara pemilik dan pelangggan industri rumahan dakak-dakak ini dalam memproduksi dakak-dakak ini menimbulkan kerjasama antara pemilik dan pelanggan. Jika kepercayaan antara pemilik dan karyawan terjalin dengan baik, maka akan terbentuk nilai dan norma serta jaringan yang baik dalam berinteraksi dan kerjasama dalam memproduksi dan memasarkan dakak-dakak kepada pelanggan.Antar pemilik industri rumahan ini pasti memiliki persaingan. Persaingan dalam industri rumahan antar pemilik industri rumahan yang sama-sama menjual industri rumahan berupa dakak-dakak ini merupakan suatu hal yang wajar. Antar pemilik industri rumahan harus bisa menjalankan dan tetap mempertahankan usahanya masing-masing agar tetap dibeli oleh pelanggan mulai dari membuat produk, mengemas produk, menentukan harga, hingga memasarkan produk.Berdasarkan uraian diatas, akhirnya peneliti tertarik untuk mengambil judul “Industri Rumahan Makanan Tradisional Dakak-Dakak di Nagari Simabur Kecamatan Pariangan Kabupaten Tanah Datar Provinsi Sumatera Barat”.
1.1 Rumusan
Masalah
1. Bagaimana modal sosial dalam pengembangan
industri dakak-dakak?
2. Bagaimana hambatan dalam pengembangan
industri dakak-dakak?
2.1
Tujuan
1.
Untuk mengetahui
modal sosial dalam pengembangan industri dakak-dakak
- Untuk mengetahui hambatan dalam pengembangan industri dakak- dakak
BAB II
ISI
2.1 Gambaran Usaha
Setiap daerah memiliki oleh-oleh khas daerah
masing-masing.Dakak-Dakak adalah kuliner khas Minangkabau yang terbuat dari
tepung beras yang direndang, didinginkan, dituangi air panas, diaduk sampai
dapat dibentuk dengan cetakan yang berlubang-lubang kecil, dan kemudian
digoreng. Tidak hanya dakak-dakak ada pula berbagai macam olahan lain seperti
pias kacang, bunga durian, sanjai ,keripik talas ,keripik balado dan lain-lain.
Oleh sebab itu pendiri industri dakak-dakak ini ingin membuka peluang usaha
dengan mengolah makanan khas daerah Minangkabau.
2.2 Gambaran Wilayah Rencana Usaha
Kecamatan
Pariangan merupakan sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Tanah Datar.
Kecamatan pariangan juga merupakan tempat objek wisata bagi wisatawan lokal
serta wisatawan asing. Dilokasi toko industri Dakak-dakak ini merupakan jalur
yang tepat untuk membuka usaha karena merupakan lalu lintas hendak pergi
kekota, serta wisatawan yang akan membawa oleh-oleh dari Sumatera Barat mereka
akan singgah untuk membeli oleh-oleh yaitu Dakak-dakak. Oleh sebab itu
pengusaha membuka usaha ini.
2.3 Spesifikasi Usaha
Berdasarkan yang telah dipaparkan, bahwa pengusaha melihat peluang usaha dakak-dakak Adapun bahan pertimbangan
dari toko dakak-dakak ini
yaitu sebagai berikut:
·
Teknologi
Dalam
teknik pembuatan dakak-dakak masih digunakan alat
tradisional yaitu dari tempurung kelapa yang dilubangi bagian bawah nya.
·
Bahan
Bahan utama yang
digunakan oleh pengusaha yaitu tepung beras dalam pembuatan dakak-dakak, serta
untuk pembuatan oleh-oleh lainnya yaitu ubi jalar, ubi talas , dan pisang yang dibeli kepada petani.serta bahan tambahan
nya yaitu telur, daun bawang, bawang merah, bawang putih, dan bumbu
tambahan lainnya.
·
MutuPelayanan
Toko
akan
memberikan kepuasaan kepada konsumen dengan
pelayanan sebaik
mungkin kepada konsumen, serta
memberikan kualitas
produk serta rasa yang mantap kepada konsumen agar konsumen puas dengan toko.
KESIMPULAN
DAN SARAN
Kesimpulan
1.
Modal Sosial
a.
Kepercayaan
Kepercayaan
yang terjadi antara pengusaha dan pelanggan dakak-dakak adalah pelanggan dakak- dakak baik dan pandai dalam menjual dakak-dakak sehingga bisa dipercaya dalam menjual dakak-dakak ini.
b.
Jaringan Sosial
Jaringan
sosial berupa hubungan sosial yang terjadi antara pengusaha dakak- dakak dan
pelanggan dakak- dakaknya adalah pelanggan dakak-dakak membantunya dalam
memasarkan dakak- dakak dengan mempromosikan kepada
teman-temannya.
c.
Nilai
dan Norma
Rasa
saling menghargai dan menghormati antara
pengusaha dan pelanggan dakak-dakak muncul karena adanya sikap pengusaha
dakak-dakak yang tetap baik kepada pelanggan dakak- dakaknya.
2. Hambatan
dalam Pengembangan Industri Dakak-Dakak
Pengusaha
dakak-dakak ini hambatannya dalam mengembangkan industri dakak-dakak adalah
dalam hal mencari bahan baku beras,pengusaha pernah mengalami kerugian dalam
menjual dakak-dakak dan hanya dapat balik modal dari menjual dakak-dakak
tersebut.ada pula yang tidak ada mempunyai hambatan mengalami kerugian dalam
menjual dakak-dakak.
Saran
1.
Bagi
pengusaha dakak-dakak di Nagari Simabur ini lebih meningkatkan lagi cara
memasarkan dakak-dakak ini dengan cara membagikan brosur kepada masyarakat dan juga menjualnya
secara online.
2.
Bagi
pelanggan dakak-dakak agar terus mempromosikan dakak-dakak yang lebih bagus
lagi agar semakin banyak pembeli dakak-dakak yang tertarik untuk membelinya.



